1. Sekilas review theater generasi ketiga Minggu, 15 Juni 2014

    Untuk kedua kalinya, gue nonton theater generasi ketiga. Pertama kali gue nonton adalah saat show sonichi mereka pada Sabtu, 24 Mei 2014 selama dua show, yaitu show merah dan putih. Hari ini pun, Minggu, 15 Juni 2014, gue nonton kedua tim tersebut.

    Banyak perubahan dari masing-masing member dari impresi pertama gue terhadap mereka, bisa dilihat di sini (maaf ya, hanya dua belas member saja, dikarenakan gue rada sibuk).

    Nina : Kenapa member pertama yang gue tulis adalah Nina Hamidah?
    Karena dia adalah alasan pertama gue untuk nonton show tim putih. Tadinya, sih, gitu. Gue request dia buat ponytail samping dan… dia ponytail samping (kemudian gesrek). Eits, tapi bukan berarti gue mengelu-elukan dia. Nina hari ini tampil berantakan dan sering membuat kesalahan. Beberapa kali menabrak member lain dan terlihat lemas. Di bagian “tapi tetap perhatikanku” di lagu Gokigen, Nina bener-bener kaku. Dengan postur tubuh tinggi ini keliatan banget. Yang paling buruk adalah seringkali tatapan matanya kosong. Namun, di unit Tenshino dia menonjol dan ekspresinya ngegemesin.

    Angel : Si Manis center Tenshino ini belum menonjol di grup song.
    Saat MC pun dia masih kalah dengan member lain. Matanya yang belo membuat setiap mimik wajahnya terlihat hidup. Tipikal member yang masih berhati-hati dalam bergerak. Di Tenshino, beberapa kali timing-nya telat dibandingkan Zebi dan Nina. Terutama, footstep.

    Zebi : Lincah. Salah satu member yang terlihat benar-benar hafal gerakan. Namun, ini membuat Zebi terlihat sangat antisipatif. Harusnya, Zebi memanfaatkan kehebatan menghafalnya dengan menikmati lagu. Mengalir saja, jangan terlalu menjadikan hal yang belum terjadi sebagai satu ketakutan. Harus belajar kontrol ekspresi. Sama kayak Nina, di Gokigen kaku pada bagian “tapi tetap perhatikanku”. Di Tenshino, Zebi menunduk di saat bagian ‘gosok muka’. Padahal, dia bisa terlihat ‘cute’
    di bagian itu.

    Kei : Masih lemah di bagian kontrol ekspresi. Belum menonjol baik di grup song maupun MC. Kei harus melatih staminanya agar setiap gerakan terlihat powerfull. Belum ada perubahan berarti dari Kei. Gue berharap saat menonton theater selanjutnya, Kei lebih bersemangat.

    Michelle : Sooooo much better! Michelle itu cantik, lucu, ceria banget, dan polos-polos nyebelin. Yang bikin gue kagum adalah kemauan dia untuk memperbaiki kesalahan. Meskipun di Pajadora ekspresinya
    belum begitu sesuai, dari segi power, Michelle mengalami peningkatan drastis dari pertama kali gue nonton dia. Kei dan Farina memang lemas, tapi Michelle tetap menaruh power dalam setiap gerakannya, ya,
    walaupun beberapa kali timing gerakannya telat.
    MC-nya juga bikin mau geplak ini anak soalnya lucu banget, lucu-lucu nyebelin garing… aaaahhh!

    Farina : Belum menonjol di grup song dan MC, tapi gue tertarik ngeliat dia perform.
    Gue juga selalu neriakkin nama dia. Punya pribadi yang menurut gue manis, aja.
    Di unit song dia benar-benar tidak memiliki power. Ya, seperti orang yang dibangunin tidur, lalu dance.
    Hanya saja, semua gerakannya rapi dan benar. Farina harus bisa lebih enjoy jika ingin mengejar ketertinggalannya.

    Stefi : Telat timing, kurang kontrol ekspresi, tapi gerakan bagus. Luwes, enjoy, udah mulai eyecontact walau masih beberapa
    kali melemparkan tatapan kosong. Postur tubuh yang bagus seharusnya bisa menjadi satu keuntungan
    buat dia mengeksekusi gerakannya.

    Nadse : Center yang kaku dan… kaku. Gue terhibur karena Nadse ini cantik dan cute, bukan karena performance-nya.
    Nadse harus belajar bagaimana perform itu tidak hanya soal hafal dance dan lirik lagu, tapi juga menyeimbangkan seluruh tubuh,
    dari kepala hingga kaki, dari tatapan hingga ekspresi. Dan… makan yang banyak ya, dik.

    Cia : Gerakannya, sih, bagus, ekspresinya juga. Cuma, gue nggak terlalu suka member di unit song yang terlalu menonjol sendirian.
    Cia itu powerfull, stamina oke, bisa mengatur napas dengan baik, tapi dia memimpin center-nya. Harusnya, Cia membangun kekompakan dengan Nadse dan Stefi. Dan goyangan ngebor atau apalah itu yang diliatin Cia di lagu shiroisatsu itu nggak pantes untuk anak remaja kayak dia.
    So sorry, itu benar-benar buruk. Mungkin kalo lelaki ada yang suka ngeliatnya. Kalo gue, sih, kasian euy, masih abege. Menurut gue, Cia
    harus sesuai porsinya. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kamu sudah cantik tanpa berlebihan.

    Andela : Andelaaaaaa! Temodemo yang perfect dari dia. Ampun deh, body wave-nya badai abis.
    Logat yang menjadi keuntungan buatnya di bagian MC, itu jadi entertain banget. Paket komplit pokoknya Andela.
    Dan lagi Andela terlihat sebagai sosok yang ‘merangkul’. Image yang gue suka. Hihihi. Kekurangannya, eye contact.
    Ayo, tarik fans dengan eye contact! :p

    Yukka : Ini anak cantik dan putih banget. Kalo ngomong lucu. Postur badannya tinggi, tapi cara ngomongnya manja-manja gitu.
    Yukka harus sedikit menaruh goyangan di lagu Temodemo agar terlihat lebih enjoy. Ekspresi galau dan sedihnya udah dapet,
    tapi coba, deh, Yukka pake poni. Nyobain gaya baru aja, gitu. Kali aja keliatan tetap fresh.

    Sisca : Gue suka sebel sama fans yang masih manggil ini anak dengan ‘Nabilah’.
    Sisca ya Sisca, hargai dia sebagai Sisca. Sisca yang punya kemauan untuk lebih maju
    dan semangat. Sisca beberapa kali keliatan tersalip oleh Chika di unit song.
    Tapi, di tengah lagu, semangatnya seakan-akan terbakar dan menjadi lebih powerfull.
    Coba lebih banyak pelajari Kagami-nya Kinal, deh.

    Indah : Belum menonjol di MC dan grup song, tapi benar-benar keren di unit song-nya. Emosi Indah
    nyampe banget buat gue. Walau nggak terlalu banyak yang meneriakkan namanya, gue akan teriakin dia setiap nonton dia.
    Ekspresinya juga dapet banget di kagami. Lincah! Oh ya, cobain poni samping deh kapan-kapan.

    Chika : Keren! Ini anak jam terbangnya paling tinggi. Ada di show putih dan merah. Di show tim putih, dia powerfull banget.
    Di show tim merah, walau keliatan lelah, dia nggak males-malesan. Dia tetap semangat dan itu bikin gue salut banget sama dia.
    Chika ini bawain kagami bukannya sangar tapi malah terkesan seksi. Chika benar-benar memanfaatkan jam terbangnya untuk mengeksplor
    improvisasi gerakan dan ekspresi. Kekurangannya… sangkin kerennya kadang memimpin center kagami. hehehehe.

    Anggi : Belum menonjol di MC dan grup song. Kekuatannya dia ada di power. Di saat yang lain keliatan lelah, stamina Anggi malah meningkat.
    Mungkin karena dia menyimpan tenaga dari awal. Anggi harus bisa eksplor agar dia memiliki karakter yang lebih kuat.
    Karena nggak ada waktu buat jadi biasa-biasa aja di JKT48. Semangat Anggi!

    Afa : Yailah, ini anak tenang banget dan bikin gemes. Gerakan tangan yang kacau tapi mukanya keliatan ceria-ceria aja.
    Gampang terlihat ngos-ngosan. Kalo liat tim putih dan member yang gerakan tangannya paling lucu dan lain sendiri, itulah
    Afa. Dan itu telah menjadi karakternya. Hihihihi. Rok Afa kebalik di lagu inochi, ketiup angin atau gimana nggak tau sih.
    Yang depan jadi belakang dan sebaliknya. Menurut gue, kostum adalah bagian performance. Hal-hal kecil seperti ini patut diperhatikan.
    Afa adalah salah satu member yang harus benar-benar meningkatkan kemauan
    belajar jika ingin bertahan.

    Grace : Tatapan kosong dan model rambut yang agak aneh menurut gue. Grace juga sering terlihat ingin menjadi pusat perhatian
    saat MC, tapi malah garing. Sebenernya Grace ini punya face yang lucu dan menarik buat gue, tapi dia sering terlihat lemas dan kosong banget.
    Eh, pas ada yang neriakkin dia jadi semangat lagi. Itu terjadi sering dan gue melihatnya kayak akting. Sorry to say… Secapek apapun kamu harus
    profesional dik. Hargain temen-temen kamu yang berusaha semaksimal mungkin.

    Feni : Paling lincah di Tenshino show merah. Ekspresif dan gemesin.
    Dia juga bagus dalam menggerakan ekor di unit song. Hanya saja, dia sering memasang ekspresi
    monyong yang menurut gue mengganggu. Gembungin pipi sih lucu, tapi keseringan monyongin bibir itu agak aneh.
    Tatapan matanya yang genit-genit lucu juga membuat pesan lagu Tenshino nyampe buat gue. Di grup song lumayan menonjol.
    Perubahan Feni adalah dia sudah tidak terlalu berlebihan dalam memasang ekspresi dan gerakan seperti yang ada di postingan gue sebelumnya,
    tapi adanya ekspresi monyong-monyong malah bikin aneh. Menurut gue sih ya…

    Gracia : Manis. Yang bikin dia terlihat adalah karena segi fisiknya menarik. Kalo soal performance, ini anak lempeng-lempeng aja.
    Gerakan bener, timing pas, sering senyum, tapi no power dan flat-flat aja.

    Anin Okta Elaine : Mereka bertiga di Pajadora punya gerakan bagus, tapi ya flat-flat aja.
    Gue nggak tau apa yang dipikirin Elaine, dia terasa ‘ngambang’. Lebih bagus saat sonichi, padahal ini anak udah menambah power-nya dan footstep-nya jauh lebih bagus. Dia juga sudah mulai main ekspresi.
    Okta adalah salah satu member dengan tingkat kesalahan gerakan yang minim. Namun, dia seakan takut-takut menatap
    fans dan terlalu sering menatap soundman.Anin sendiri paling no power di antara ketiganya. Coba menonjolkan diri
    dari segi MC.

    Farin : Ekspresi flat bahkan beberapa kali cemberut. Why? Kamu ditonton banyak fans tapi kenapa memasang wajah seperti itu?
    Farin ini salah satu member yang memiliki fisik di atas rata-rata. Ditempatkan di lagu Junjou bersama Tya dan Manda harusnya
    membuat ia mengeksekusi performance-nya lebih baik lagi.


    Tya : Tya masih menjadi member dengan gerakan paling rapi dan powerfull. Emosinya juga tersampaikan lewat lagu.
    Tidak pernah takut terlihat salah, enjoy dengan lagunya. Walau beberapa kali ditabrak member lain, Tya tidak lost kontrol ekspresi.
    Hanya saja Tya harus berhati-hati soal porsi performance. Jangan sampai berlebihan. Pembawaan yang dewasa ketika MC sangat membawa ketenangan.


    Manda : Masih suka pasang ekspresi flat dan sering kaku.
    Padahal body wave-nya bagus. Jikou yang menghibur harusnya juga didukung dengan teknik MC yang baik.
    Ayo tingkatkan power biar bisa memimpin Junjou dengan lebih baik lagi.

    Desy : MC paling ngalir. Performance menonjol. Masih sering terlihat bungkuk.
    Overall, termasuk member dengan skor performance di atas rata-rata.

    Aurel : Sering mengacaukan unit song karena fokusnya mudah teralihkan oleh sesuatu.
    Tenggelam di grup song. Belum punya karakter.

    Cesen : Mungkin efek ulang tahun membuatnya terlihat lebih shiny.
    Sebagai center Kagami, Cesen memimpin ekspresi lebih baik dari Sisca (center kagami tim putih).
    Peningkatan emosi Cesen dari awal hingga akhir lagu di unit song juga stabil.
    Belum bisa memberi pendapatnya lebih dari ini, hehe.

    Sofi : Belum menonjol baik di MC maupun performance. Jadi, belum bisa gue beri pendapat.

    Milen : Berlebihan, sampai lupa, mengejar kesempurnaan tapi melupakan karakter. Milen adalah member yang mendapat spotlight,
    tapi bagi gue dia nggak berkarakter. Menjadi terlihat baik nggak selamanya membuat kamu terlihat baik.
    Di temodemo, bukannya keliatan sedih atau galau, Milen menyampaikan emosinya dalam lagu malah keliatan kayak lagi marah. Kelebihan power membuat banyak gerakannya keliatan berantakan.
    Gue bingung apa yang dipikirin Milen. Dari segi MC gue acungin jempol. Terutama dia konsisten untuk selalu menggunakan gimmick yang sama dalam memulai atau mengakhiri theater.


    Shani : Lebih menonjol saat sonichi. Hari ini gue merasa Shani masih flat-flat aja. Cheerful di grup song, tapi di unit song masih belum punya chemistry dengan Milen.

    Overall, tim putih dan merah sama-sama bagus. Tim putih memiliki kekuatan tim sedangkan, tim merah kekuatan individu. Lagi-lagi gue harus bilang seperti ini karena bagi gue masih inilah kenyataannya.

    Member generasi ketiga ini setengahnya sudah menemukan karakternya, setengahnya lagi belum. Banyak dari mereka yang belum bisa bermain ekspresi, eye contact, apalagi
    fan service. Menjadi performer yang baik bukanlah sekadar hapal gerakan, tempo, ritme, timing, footstep, akurasi, dll., tapi juga
    bisa menyampaikan isi dan emosi dari lagu. Unit song yang menurut gue saat ini bisa menyampaikan pesan lagu adalah Temodemo : Andela-Yukka.
    Secara individual, member yang bisa menyampaikan pesan dari lagu adalah Tya. Menyampaikan pesan dari lagu bukan harus menggebu-gebu atau menangis termehek-mehek. Tatapan mata yang dalam, detail gerakan, mimik wajah, apapun itu bisa membuat penonton merasakan apa yang sebenarnya dirasakan oleh performer.
    Beberapa member harus keluar dari comfort zone untuk tidak memasang poker face apalagi ekspresi datar di saat seharusnya mereka memainkan ekspresi. Kalian pernah baca tulisan yang membuat kalian terharu? Itu biasanya bukan hanya karena penulisnya memilih tatanan bahasa yang membuat sedih, tapi juga karena penulis itu menulisnya dengan ‘hati’.
    Yep, member generasi ketiga harus ikut menggunakan hatinya dalam perform. Kalian bukan robot atau boneka yang diatur sedemikian rupa untuk menari di atas stage.
    Kalian ada di atas stage atas kemauan kalian sendiri. Kalian harus bisa enjoy di sana, sekeras apapun tekanan dan beban kalian.

    Selain itu, untuk MC, buatlah lebih mengalir. Jangan terlalu memperlihatkan bahwa kalian telah menghapal jawabannya. Itu sangat terlihat canggung dan membuat MC jadi krik krik. Communication skill sebagai member JKT48 itu penting.


    Anggaplah kami ini sebagai penonton tidak peduli dengan apa yang ada dibalik stage. Tunjukkan penampilan kalian dengan profesional, semuda apapun kalian, ini adalah jalan yang kalian pilih. Gue yakin, kalian bisa menjadi jauh lebih baik lagi.

    Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Sebenarnya banyak yang pengin gue tulis, tapi banyak keterbatasan, baik dari ingatan dan sejujurnya minus mata gue nambah (curhat hehehe).

     

  2. Impresi gue pada generasi ketiga JKT48 (edisi II)

    Gue mau lanjutin tulisan gue. Buat yang belum membaca tulisan gue sebelum ini, bisa lihat di sini.

    > Elaine Hartanto a.k.a Elaine

    “Datang dari Neptunus bersama bebek. Halo! Aku si anti-mainstream yang iseng dan selalu semangat! Panggil aku, Elaine!”

    Sesuai jikou-nya, Elaine memang benar-benar unik dan anti-mainstream. Elaine suka memasak. Walau tubuhnya mungil dan tampak seperti bocah, dia sudah berumur 18 tahun dan lulus dari bangku SMA. Menurut gue, dia kelihatan smart dan perilakunya di atas panggung tidak dibuat-buat. Walaupun belum menari dengan baik, karakter lucu dan uniknya menutupi segala kekurangannya. Menjadi centre unit song Pajama Drive (tim merah), Elaine kurang power dan belum bisa mengontrol ekspresi. Unit song Pajama Drive bukanlah lagu yang perlu menebar senyum. Bahkan beberapa kali ia disalip ketepatan dan kecepatannya oleh dua member yang mendampinginya dalam membawakan lagu itu, Anin dan Okta. Saat hi-touch pun Elaine tidak bisa hadir. Mungkin dia kelelahan dan hal itu bisa dimaklumi. Sebagai orang yang tidak mudah tertarik dengan seorang member yang mendapat spotlite, gue merasa Elaine memang member yang ‘berbahaya’. Ketika dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum saja bisa membuat banyak hati luluh.

    > Shania Gracia a.k.a Gracia

    Manis! Itu pertama kali yang gue katakan ketika melihat dia. Gingsul di kanan atas menghiasi senyumnya di unit song Tenshi no Shippo dengan kostum kuning(tim merah). Sosok perfeksionis yang sederhana, begitulah dia di mata gue saat ini. Dia adalah performer Tenshi no Shippo paling rapi dalam segi movement dan gerakan. Tanpa harus berlebihan menebar senyum, dia tampil apik di atas panggung. Walau di grup song masih terlihat kaku, Gracia masih punya banyak waktu untuk terus berlatih. Karena sesungguhnya perjuangan baru saja dimulai.

    > Feni Fitriyanti a.k.a Feni

    Member bersuara nyaring dan berwajah imut ini mendapatkan unit song Tenshi no Shippo bersama Gracia dan Grace (tim merah). Senyuman dan ekspresinya terlalu berlebihan membuat hal itu merusak performance-nya. Padahal, dia memiliki power dan kelincahan yang seharusnya membuat ia masuk ke dalam kategori performer yang baik pada show sonichi itu. Mempunyai tingkat percaya diri yang tinggi dan ambisius. Sebelumnya, gue sudah pernah bertemu dengan Feni saat direct selling.

    > Martha Graciela a.k.a Grace

    Member di show satu sonichi (tim merah) yang menurut gue paling nervous. Entah karena memang demam panggung atau kelelahan, beberapa kali Grace kelihatan seperti mau tumbang. Wajahnya pucat dan keringat mengucur di dahi dengan derasnya. Beberapa kali fans saat itu juga meneriakkan semangat untuk Grace. Grace mendapat kesempatan menjadi centre Tenshi no Shippo. Lemas namun berusaha tersenyum, hanya itu yang bisa gue lihat. Bergerak paling lamban, gue bisa melihat semangat yang berkobar namun dibatasi oleh fisik yang capek. Grace harus meningkatkan stamina dan energinya agar bisa memuaskan penonton.

    > Triarona Kusuma a.k.a Tya

    Tya!!! Rasanya gue ingin meneriakkan namanya setiap kali ia perform dan melakukan kejutan-kejutan tak terduga. KEREN! Gue hanya bisa bilang itu buat dia. Memiliki chemistry yang kuat dengan Manda. Memang, dari segi teknik, Tya jauh lebih baik dari Manda. Ini membuatnya terlihat lebih mencolok dari Manda saat mendampingi Manda di Junjou Shugi (tim merah). Gue melihat Tya menahan emosinya untuk perform lebih lepas lagi. Walau begitu, dia tetap terlihat memimpin tim. Semoga Tya bisa lebih memposisikan dirinya, karena perform bersama tim bukanlah ajang narsis. Tya juga bisa memacu Manda dan Farin untuk lebih baik lagi, agar mereka memiliki kekuatan tim. Dari segi ekspresi, Tya juga sangat bagus. Ditambah dengan kibasan rambutnya, dia mempesona.

    > Michelle Christo Kusnadi a.k.a Michelle

    Sorry to say, dia adalah performer yang cukup buruk di timnya. Gue mengharapkan sesuatu yang ‘wow’ darinya. Tapi, Michelle saat show sonichi terkesan terlalu narsis dan tidak memperhatikan kerapian gerakannya. Bukan hanya kerapian gerakan, bahkan Michelle kerap kali lupa gerakan sehingga tertinggal dari teman-temannya. Menjadi centre unit song Pajama Drive, Michelle membuat lagu itu tampak kacau. Satu-satunya yang menarik adalah wajah Michelle yang cantik. Michelle membawakan lagu tersebut bersama Kei dan Farina, yang notabene menurut gue memang masih banyak kekurangan dalam performance. Namun, Michelle benar-benar membawa tim itu seperti gadis-gadis yang mengantuk namun dipaksa menari. Tidak ber-power walau gue melihat Michelle punya passion yang tinggi. Beberapa kali terlihat gugup. Michelle harus memacu dirinya untuk berusaha lebih baik dari sekarang, karena itu artinya dia mensyukuri posisinya yang mendapat spotlite. Menaruh seseorang yang memiliki power yang minim di lagu up-beat selayaknya terdapat alasan kuat.

    > Nadhifa Salsabila a.k.a Nadse

    Ketika Nadse menjadi centre Junjou Shugi, dia paling ‘ramping’ di antara performer Junshu lainnya. Belum cukup pintar memainkan ekspresi, namun dia memiliki tatapan tajam yang menghanyutkan. Senyuman tipis di bibirnya benar-benar indah. Beberapa kali disalip oleh Cia yang memiliki power lebih baik dari Nadse. Nadse harus belajar untuk melakukan eye-contact ke penonton, karena dia sering melempar tatapan kosong. Padahal eye-contact bisa menjadi interaksi yang bagus untuk menarik fans dan juga membuat penghayatannya terlihat natural.

    Buat kalian yang belum menonton setlist Pajama Drive, ayo menonton generasi ketiga ini. Jika kalian sudah pernah menonton setlist ini, tidak ada salahnya melihat sajian setlist tersebut dengan kesan yang berbeda. Hal yang membuat gue ingin menonton mereka kembali adalah kekuatan karakter yang masing-masing miliki. Sebagai fans yang oshimennya graduate, gue bisa merasakan lagi rasa happy saat dulu pertama kali gue menonton theatre. Ya, harus gue akui gen 3 ini bikin gue enjoy dan happy. Bukan serta merta melupakan tim J dan K3, tapi gue pengin mendukung adik-adik gen 3 juga. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, silakan berkomentar tanpa berniat menjatuhkan.

     

  3. Impresi gue pada generasi ketiga JKT48 (edisi I)

    Tak kenal maka tak sayang. Kali ini gue mau berbagi cerita tentang member generasi ketiga JKT48. Sabtu, 24 Mei 2014 lalu, gue menonton show perdana mereka, setlist Pajama Drive. Ini masih menjadi setlist favorit gue. Mereka dibagi menjadi dua tim; tim merah dan putih. Gue menyaksikan kedua-duanya. Sebelum pertunjukkan tersebut, gue gak terlalu tertarik untuk mencari tahu tentang mereka. Gue cuma sekadar mengetahui beberapa member saja. Di tulisan ini, gue pengin ngenalin lima member generasi tiga. Semoga gue cukup objektif dalam menilai mereka. Check this out!

    > Shani Indira Natio a.k.a. Shani

    Si mantan gadis sampul asal Yogyakarta ini suka banget sama dunia modeling. Sebagai pelanggan sebuah majalah cewek, gue tahu banget kalau dia pernah ada di sampul majalah tersebut. Di setlist Pajama Drive, Shani mendapat unit song Temodemo no Namida (tim merah). Penjiwaan yang baik dan ekspresi yang mumpuni didukung dengan teknik vocal yang cukup untuk perdana. Menurut gue, Shani punya karakter yang bikin adem dan dewasa. Gue suka setiap kali dia berbicara di atas panggung. Wajahnya unik, memiliki kaki jenjang, dan senyumnya manis sekali.

    image

    > Nina Hamidah a.k.a Nina

    Dia ada di blocking kiri Tenshi no Shippo dari tim putih. Performer yang cukup baik di show tersebut. Gue gak berhenti terkagum-kagum dibuat olehnya. Dia menggerakan tubuhnya sesuai pada porsi. Walau seringkali terlihat bungkuk, kekurangannya tertutupi oleh senyumnya yang terlihat natural. Postur tubuh tinggi dan kurus membuat Tenshi no Shippo malam itu seperti tangga nada karena Nina perform bersama Zebi dan Angel. Kesan pertama buat gue, Nina itu sosok anak sederhana yang agaknya culun di sekolah. Saat hi-touch, gue mengatakan “Nina, kamu lucu bungat!” dan dia menjawab “uuuh masa sih, makasih kak” sambil mencubit pipinya sendiri dengan spontan dan malu-malu. Ah, gue lemah melihat tingkahnya. Kalau kamu sedang mencari member favorit atau bahkan oshimen yang lucu dan menggemaskan, gue merekomendasikan Nina.

    image

    > Zebi Magnolia Fawwaz a.k.a Zebi

    Mendapat unit song Tenshi no Shippo (tim putih) sepertinya adalah kebahagiaan yang teramat sangat untuknya. Sayangnya, terlalu bersemangat dan over-power saat melepaskan gerakan. Zebi adalah salah satu member yang sepertinya masih sangat sulit untuk mengatur ekspresi. Di grup song, Zebi kurang senyum. Gadis kecil ini sangat lincah di panggung. Walau di show kemarin dia sering melakukan kesalahan, bahkan dia salah blocking-an, namun dia tidak terlihat ketakutan atau merusak formasi. Dia tetap tenang melanjutkan gerakan selanjutnya. Mau tahu Zebi yang mana? Cari saja member generasi ke tiga yang paling mungil, itulah dia!

    image

    > Shaffa Nabila a.k.a Affa

    Kata seorang sahabat, dia ini mirip Tomochin saat awal bergabung di AKB48. Dia pemalu dan sepertinya gampang nervous. Mendapatkan unit song penguras tenaga membuat Affa terlihat sangat lemah (tim putih). Belum bisa mengatur napas dengan baik, beberapa kali terlihat berjalan saat unit song, dan memasang wajah ‘aku ingin lagu ini selesai’. Ini adalah hal yang wajar mengingat padat dan singkatnya jadwal latihan mereka untuk show perdana tersebut. Hal yang paling aku suka ketika Affa berbicara di atas panggung, iya memegang mikrofon dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak ringan di samping roknya. Kawaii!

    image

    Amanda Dwi Arista a.k.a Manda

    Sedari tadi gue cerita tentang member yang manis, lucu, dan imut. Sekarang, ada satu member yang sangat berbeda dengan yang sudah gue ceritain, yaitu Manda. Manda yang sempet bikin geger di event handshake Flying Get dengan dance yang katanya seksi ini beneran memiliki jiwa seksi. Dia mendapatkan posisi center di unit song Junjou Shugi (tim merah). Dengan garis wajah yang tajam dan cantik, gue merasa dia lebih mirip Melody dari segi wajah ketimbang Michelle yang sering disebut-sebut mirip dengan Melody. Manda ini punya dasar gerakan yang tegas, namun di show kemarin gerakan tangannya terlihat sangat kaku. Mungkin karena Manda terbiasa dengan modern dance yang konon menghentak-hentak. Kejutannya ada di body waving saat lagu Junshu dan jikou-nya sendiri. Itu… luar biasa! Chemistry dia dengan Tia dan Farin juga klop. Buat gue, Junshu yang dibawakannya adalah the best unit song di show satu. Sayangnya, saat di show dua (tim putih) Manda menjadi backdancer lagu Junshu, Manda terlalu lepas dan tampil mencolok ketimbang member inti. Ini harus diperhatikan, Manda sudah selayaknya bisa memposisikan diri.

     image

    Nah, itu dia lima member generasi ketiga yang pengin gue kenalin ke kalian semua. Tidak ada salahnya untuk menyaksikan pertunjukkan mereka. Sesuai dengan yel-yel mereka, “Selalu positif, fresh, dan bersinar!”, mereka benar-benar fresh dan menawarkan sesuatu yang baru juga orisinil. Masing-masing berkarakter, tinggal bagaimana menajamkan karakter tersebut dan melatih kemampuan.

    Banyak yang bertanya atau beranggapan, generasi ketiga memiliki sambutan yang jauh lebih positif ketimbang generasi kedua pada saat debut dahulu. Pertanyaan yang agaknya retoris. Generasi kedua hadir di saat fans hanya melihat generasi satu. Dan lagi, reaksi shock yang ditunjukkan generasi satu membuat fans banyak yang menunjukkan keloyalannya pada member generasi satu agar mereka tidak insecure. Memang tidak gue pungkiri, member generasi tiga memiliki rata-rata fisik yang lebih menarik disbanding generasi dua saat debut dahulu. Member generasi tiga ini memiliki kekeluargaan yang terlihat di atas panggung, membuatnya tampak serumpun meski masing-masing ingin menonjolkan diri. Mungkin ini impresi awal gue pada mereka dan gue berekspektasi kalau mereka bisa mempertahankan hal positif yang mereka miliki.

    Saat hi-touch pun, mereka tidak berlebihan dalam melayani fans. Hal yang sangat berbeda gue alami saat debut generasi dua dimana member banyak yang berlagak akrab ke gue sebagai fans. Member generasi ketiga hanya tersenyum, mengucapkan terima kasih, dan menjawab fans seperlunya.

    Untuk ukuran debut theatre dengan latihan dua bulan, mereka mengagumkan. Walau beberapa member benar-benar melakukan kesalahan fatal berkali-kali dan mungkin membuat sensei-nya geram, mereka memiliki kekuatan tim. Mereka tampil sebagai adik-adik yang siap disayang. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Gue sangat terbuka dan menerima komentar pembaca.

     

  4. Antara konsisten dan loyal (fans JKT48)

    Timeline gue belakangan penuh dengan kata konsisten. Ini karena ada member yang menyebut-nyebut kata tersebut dalam twitnya.

    Kalo diliat dari twit member itu dan balasan seorang fans, kata ‘konsisten’ disebut dalam acara hari itu. Namun, menjadi ambigu ketika membaca twit member lain.

    Walaupun pada akhirnya, seorang member mencoba menjelaskan pada fans.

     Banyak yang menangkap makna tersirat dari twit konsisten itu merujuk pada fans yang mulai tertarik dengan generasi 3. Dimana mereka merasa insecure jikalau fans-nya oshihen ke generasi 3. Oleh sebab itu, mungkin fans yang ‘gen tigaan’ dianggap tidak konsisten.

    Bukan hal yang patut dibesarkan memang, namun tidak ada salahnya kita lebih memahai makna konsisten sebenarnya. Menurut KBBI, konsisten berarti : tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya dengan ucapan. Jadi, jika kita uraikan, konsisten dapat berarti sifat yang selalu memegang teguh pada prinsip dan komitmen yang telah dicanangkan dalam diri seseorang. Konsisten sendiri dipengaruhi oleh faktor eksternal.

    Dalam kasus mendukung member JKT48, berdasarkan hal ini, menurut gue tidak konsisten itu contohnya jika :

    Si A mengoshikan member generasi dua bernama Mawar dan dia berjanji bahwa Mawar adalah SATU-SATUNYA oshimen dia sampai Mawar graduate. Si A juga berjanji tidak akan pernah melirik atau mencoba untuk menonton generasi lain. Namun, saat ada generasi dua, si A diajak B untuk menonton Melati yang notabene adalah member gen dua. Pada saat si A mendapatkan fanservice dari Melati, ia mengikrarkan janji bahwa Melati adalah SATU-SATUNYA oshimennya dan dia akan setia. Saat bertemu dengan Mawar, ia berkata bahwa Mawar TETAP AKAN SELALU menjadi SATU-SATUNYA oshimennya.

    Jadi, jika seorang fans tertarik dengan member lain, bukan berarti dia tidak konsisten. Memiliki oshimen yang banyak (oshimashi atau lebih dikenal oshiadd) berbeda dengan mengganti oshimen (oshihen). Dalam mendukung seorang idola, sebenarnya yang sering dipertanyakan adalah soal loyalitas. Menurut KBBI, loyal berarti : patuh; setia. Gue pernah membaca buku John C. Maxwell dimana ia memaparkan beberapa ciri-ciri orang yang loyal salah satunya yaitu mengasihi tanpa syarat. Kalau diimplentasikan pada fans kebanyakan, sepertinya tidak sesuai. Karena bagaimanapun, seorang fans yang memberi sesuatu kepada idola, mengharapkan timbal balik walau sesedikit apapun.

    Di tulisan ini, gue cuma pengin berbagi tentang konsisten dan loyal. Jika memang benar beberapa atau banyak member generasi dua yang merasa insecure pada generasi tiga dan selanjutnya, mereka harusnya berkaca pada masa lalu dan introspeksi diri, apakah mereka pantas atau tidak untuk mendapatkan keloyalan fans. Dan sebagai public figure yang di-follow ratusan ribu orang di Twitter, sebaiknya mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata dan mengungkapkan sesuatu. Sebelumnya, gue minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Gue hanya mencoba mengungkapkan kejujuran dan pendapat.

     
  5. sociopath-cereal-bath:

    thesataniclittleangel:

    ladywinchestar:

    takshammy:

    kubbypan:

    karkatquest:

    ohbabyitsnatalie:

    How to read people’s minds.

    Watch Those Pupils
    A persons pupils get bigger when they are aroused, interested and/or receptive. If you look into his or her eyes and see those pupils growing large - it’s looking good for you. Basically big pupils (unless it’s just dark) mean a person likes what they see.

    Try this experiment, and you’ll understand how immediate this effect can be. Go right now and look in the mirror at your own eyes. As you look at them, imagine a sexy man or woman you are attracted to - in whatever way would turn you on. You’ll see that your pupils get bigger in just seconds. Actually, if you love to fish, they may get big just thinking about a lake you love. Anything you like to look at can make your pupils bigger.

    Now, there are two ways to use this.

    1. Mind Reading
    For the mind reading part, you can now watch for changing of pupil size to know if someone is interested in you or what you have to say. And yes, shrinking pupils generally do mean the person is not interested. Just be careful to note if light in the persons eyes is causing the shrinking pupils.

    In addition to judging the general level of interest and/or receptivity to you, you can use pupil size to go a little
    deeper into a person’s mind. For example, during the course of a conversation, you can describe various scenes or delve into different topics, while watching the persons pupils. If their pupils shrank at the mention of skiing, and got huge when you described a beach you like, you can be fairly certain they would like the Bahamas over a ski resort.

    The great thing about this little trick is that you can easily test it and refine your technique. Start with a friend whose interests you know already, and watch their pupils as you describe various places or even ideas. See if getting them to visualize, by saying something “Remember how that car of yours looked,” gets a bigger pupil response.

    2. Influencing
    If you haven’t yet experimented with your own pupils, by watching them in the mirror, go try it now. You’ll find that you can quickly train yourself to change your pupil size at will. Just find a mental image or two that gets them really big, and use these as necessary. Look at a light briefly when you want to shrink your pupils back down. Now, how do you use this?

    We all use little clues like pupil size as we interact with people. We are affected by people’s expressions and body language even when we haven’t yet learned to identify it. In other words - the person in front of you will unconsciously pick upon your enlarging pupils. They will unconsciously take this to mean that you like them,
    and for many people, this will make them like you more.

    Listen. This is the easiest and most effective way to read minds. Just pay attention, ask a few questions and listen to what they say about themselves.

    Watch the Posture. Leaning towards indicates that the person is interested and receptive.

    Watch For Hair Play. When women play with their hair while talking to you, it is almost always a sign of receptivity.

    Watch the Mouth. A slightly open mouth is a sign of curiosity and interest.

    Watch the Head. A tilting head, especially if it comes with a smile and eye contact, is a sign that the person likes you.

    Watch the Eyes 
    Here is what people’s minds are doing when they are thinking or asked to remember something. This is true for most right handed people (reverse all this for left-handed people): As you face them, and their eyes go:
    Up and to the right - they are remembering a visual image.
    Up and to the left - They are constructing a visual image.
    To the right - They are remembering sounds or conversation.
    To the left - The are constructing sounds or conversations.
    Down and to the right - They are in an internal dialog.
    Down and to the left - They are accessing kinesthetic feelings, tastes and smells.

    How to influence the opposite sex:
    Use Mirroring and Matching. Match the speed of your speech to that of the person you’re talking to. Sit like he or she is sitting. Use the words they use. This is a fast way to build rapport. Once there is a “bond” built, you can start to lead the conversation and actions where you want them to go.

    Compliment Her or Him. Discover what the person is proud of first, then find a genuine way to compliment them in that area.

    Listen. Always show a genuine interest in what the person is saying. Ask appropriate questions, so the person knows you’re paying attention. Use their interests to lead into a direction you want to go.

    Make Good First Impressions. Men usually form a quick visual impression in less than 20 seconds, and then make another judgment based on appearance and personality within a couple minutes. Women usually place less immediate emphasis on appearance, and form an “intuitive” first impression in a couple minutes. The lesson? Work fast.

    By Steve Gillman. Excerpt from “A Book of Secrets”

    Oh my god, I honestly didn’t think this was going to work but it did and I am in awe right now. This is amazing. 

    this would be really cool if my eyes weren’t as fucking black as the night sky

    DUDE NO
    THAT MAKES YOU HARD TO READ
    AND AWESOME
    LIKE A FUCKING SHADOW SPY THING
    YOU FUCKING ROCK

    You shouldn’t have mentioned your black eyes. They will hear you and they will find you.

    Did someone say

    imageblack eyes

    (Source: bonvivantx, via kamenloli)

     

  6. Jatuh hingga titik terendah

    Pengumuman Mengenai Cindy Gulla

    16 Februari 2014

    Perlu diketahui bahwa Cindy Gulla dari Team J telah melakukan tindakan yang tidak sesuai sebagai member JKT48. Oleh karena itu, terhitung mulai hari ini, yang bersangkutan tidak lagi tercatat sebagai member JKT48. Maka, segala aktivitasnya pun tidak lagi berhubungan dengan JKT48.

    Informasi mengenai handshake dengan member yang bersangkutan akan diumumkan kemudian. Mohon pengertiannya.

    Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.


    JKT48 Operation Team


    Statement yang membuat para fans bertanya-tanya. Setelah seminggu membuat fans menuntut kejelasan tentang status Cindy sebagai member dan memohon adanya farewell party yang pantas untuk Cindy, semua dijawab dengan kekecewaan.

    Cindy pun menjawab dalam bentuk twit

    "@Cindygulla0: @officialJKT48 , Saya mengundurkan diri secara baik baik walaupun tidak ada ikatan kontrak."

    "@Cindygulla0: @officialJKT48 Sampai saat ini, saya tidak ada masalah apapun dengan sesama member, staff maupun Jot."

    Tidak ada ikatan kontrak? Apa mungkin dia tidak menandatangani kontrak dan kontrak habis akhir tahun lalu? Cindy sebagai anak di bawah umur tentunya kontraknya ditanda tangani oleh orang tua.

    Jika dia melakukan pelanggaran, seperti apa pelanggaran itu? JOT belum menjelaskan atau mungkin tidak akan? Ku rasa bukan hanya aku yang penasaran tapi kalian yang membaca pun juga. Tapi rasa penasaranku sudah habis dikoyak rindu. Rindu pada senyuman dan keceriaannya.

    Sedih rasanya, melihat member-member lain seakan tidak boleh menunjukkan rasa simpatik mereka pada Cindy di social media. Seakan-akan tidak ada yang peduli dengan kehadirannya. Bahkan, postingan g+ Rena tentang graduate Cindy pun dihapus. Entah apa drama dibalik sana, yang pasti aku kecewa.

    Aku dengar, setelah dia graduate, dia sempat mengajari gerakan unit song-nya pada member yang akan menggantikan blockingannya. How sweet she is :’)

    Dear JOT, apa selama dua tahun ini dia tidak menghasilkan apa-apa bagi kalian?
    apakah selama dua tahun ini dia banyak menyusahkan kalian?
    atau dia membuat banyak masalah di dalam sana?

    Dan satu hal yang membuat aku kecewa pada Cindy adalah ia memilih untuk main sinetron. Terlebih, sinetron itu diperankan juga oleh Ochi, ex-member JKT48 yang seperti fans tau bagaimana ia graduate waktu itu. Setahuku, Cindy menunjukkan ketidaksukaannya pada sinetron di saat MC part sewaktu theater dulu. Dimana keidealisannya? Kupikir dia memilih graduate untuk benar-benar mengejar beasiswa ke Aussie. Atau ini semua pilihan orang tuanya? Ah entahlah. Aku pun merasa malas berspekulasi.

    Tulisan ini hanya ungkapan kekecewaan. Mungkin saat ini, terlalu banyak orang yang kecewa pada sikap dan pilihan Cindy. Mungkin saat ini, dia jatuh hingga titik terendah. Aku yakin, Cindy bisa menghadapi semuanya bersama Tuhan dan keluarga yang mencintainya :)

     

  7. Vakum ngidol

    Somedays, gue pernah bilang kalo gue vakum ngidol. Dengan segala keidealisan gue, seyakin-yakinnya gue bisa lepas dari yang namanya menggemari sekumpulan cewek jejogetan rame-rame di panggung. However, semua ga berjalan semudah apa yang gue lontarkan.

    Vakum ngidol, dua kata itu terucap semenjak lebih dari setahun yang lalu saat handshake hebirote JKT48. Wow, lumayan lama untuk gue yang pada akhirnya sampe sekarang masih dibilang menggilai idoling. Saat itu gue terlalu cepat mengambil keputusan buat ngejual photopack oshimen dan memfav yang gue punya. Pin dan swag lainnya juga gue jual ya itung-itung buat ngurangin kecanduan gue. Gue juga mulai sok-sokan ogah nonton theater dan nyindir temen gue tiap dia ngomongin idol melulu.

    Tapi, hari berganti hari malah ngebuat gue semakin wota. Buka laptop, ada foto oshimen jadi wallpaper. Mau tidur, inget senyum oshimen. Lagi tidur, mimpiin oshimen dan setlist barunya. Lagi bengong, kebayang kenangan-kenangan manis pas teateran. Buka timeline, idol-idolan melulu.

    Di dunia idoling ini, ga ada yang bener-bener bisa lo percaya. Bahkan seorang temen fandom yang lo ajakin curhat pengen vakum ngidol sekalipun, bisa ngejerumusin lo ke lembah yang lebih dalam buat ngidol lagi dan lagi. Yakin ga? Ga usah diyakini, tulisan ini bukan tentang agama kok :p

    Ketika lo ngidol, biasanya lo bakal punya temen sesama fans. Saling follow twitter, tukeran kontak, atau bahkan sering ketemuan. Walaupun pas ketemuan ngomongin hal di luar idol, ga menutup kemungkinan kalian bakal ngomongin idol, temen ngidoling, ya apapun yang berhubungan dengan idol karena kalian sendiri bisa kenal dari hobi yang sama.

    Belum lagi pas buka timeline, obrolan tentang idol bermunculan. Ketika itu terjadi kontinu, dengan sendirinya alam bawah sadar gue ngerekam hal itu sebagai hal yang biasa buat dipikirin setiap harinya layaknya aktivitas makan, belajar, mandi, dll. Dampaknya, idoling menjadi satu bagian yang cukup dalam dalam kehidupan gue.

    Saat terbesit pikiran buat vakum ngidol, hal yang tersulit adalah ngebatesin pergaulan dan obrolan gue sama temen idoling. Ga mungkin dong tiba-tiba gue unfollow mereka atau jarang main sama mereka. Belum lagi di antara mereka masih banyak yang tetep rajin theateran dan selalu update berita-berita terbaru dunia idoling. Mereka juga sering nge-share foto-foto member yang justru bikin gue ragu buat vakum. Takut jadi kudet gitu deh, lol! :))

    Belum lagi twit member yang nongol di timeline. Ini salah satu alesan gue ga follow akun fanbase jeketi indonesia yang sering ngespam soal idol. Ga pengen aja otak gue makin diracuni. Dan gue juga cuma follow member yang bener-bener gue support secara nyata. Kalo cuma simpatik atau suka-suka doang males gue follow-nya, menuhin timeline tiap dia ngetwit dan temen gue ada yang mention member itu. Dan lagi entah kenapa setelah itu jeketi secara teratur ngeluarin single. Otomatis selalu ada handshake event yang bikin fans kayak gue ini tergiur buat dateng. Yaaaa rasanya gimana gitu kalo absen di momen spesial, dulu gue mikir kayak gitu sih.

    Sampe akhirnya gue sadar, vakum ngidol itu memang butuh proses. Perubahan yang langsung drastis dan cepat itu biasanya sementara. Kalo mau hasil untuk selamanya memang dibutuhkan waktu yang lebih lama. Vakum ngidol bukan berarti gue harus lost contact atau ga gaul sama temen-temen fans, bukan berarti gue sok-sokan ga tertarik sama oshimen gue lagi, bukan berarti gue ga update tentang perkembangan idol lagi. Yang penting niat dan tekad gue kuat tapi gak maksain diri. Itu pun tetep dengan aturan main, liat prioritas dan bandingin antara kebutuhan juga keinginan. Bisa dibilang semua momen bersama idol itu spesial kok. Jadi kalo ada yang bilang lebih spesial konser daripada nonton theater, dia ga salah dan ga bener, tergantung yang liat siapa. Kalo posisinya konser itu ga ada oshi gue atau emang duit gue yang ga ada, it’s NOTHING SPECIAL! hahaha :))

    Vakum ngidol kuncinya ada di diri sendiri. Gimana gue atau lo ngendaliin nafsu dan kemauan akan sesuatu. Disini gue ga berusaha nge-influence lo semua. Gue cuma share hal-hal yang gue alami selama usaha gue buat vakum ngidol. Kalo memang ngidol ga bikin hidup lo jadi ribet dan lo fine fine aja, it’s okay. Saran gue jangan sampe ganggu prioritas hidup lo, misal ibadah dan pendidikan. Gue juga punya beberapa temen yang memang bener-bener otaku idol, ngabdiin diri buat idol dan masih jomblo di umur kepala tiga. Nevermind, selama ngerasa happy dan ga beban buat nguras materi tenaga maupun pikiran lo, toh itu hidup lo masing-masing.

    Ah ya.. Oshimen gue di jeketi udah grad, yep, Cindy Christina Gulla. Walau belum ada kejelasan terkait kelulusannya, gue harap dia dapet yang terbaik. Soal gue bakal beneran vakum atau kagak, let’s see aja sih ya takut dibilang omong doang. And thanks buat yang udah mau baca cuap-cuap gue ini. Have a nice day everyone! :D

    P.s. : Kalo mau sharing tapi malu mention twitter gue @andreadhien, kalian bisa email gue di tehpocii@gmail.com. Gue punya personal blog sejak tahun 2011 tapi lagi gue private karena redesign layout. Cuma desainernya belom setor layout barunya soalnya dia lagi banyak kerjaan hihiw. Semoga lekas kelar dan gue bisa publish blog gue lagi.

     
  8. "A woman who loves a woman is forever young"

    (Source: tiffiana)

     

  9. Here’s Taeyeon’s and Seohyun’s adlib in The Boys without the backing vocals.

    (Source: beyaoist)

     

  10. Dareka no Tame Ni (Demi Seseorang) oleh tim J (Januari 2014)

    Saya belum nonton setlist ini sebelumnya karena takut berekspektasi lebih.

    Tsukimisou

    Tarian tradisional Jepang yang dibawakan dengan apik oleh tim J. NabilahxMelody dan teman-temannya mengemas lagu ini dengan dance yang keren. Duh, Beby kenapa kamu keren banget di lagu ini.. Kinal over-power terutama saat menghentakkan tangan, serem, kayak ngajak berantem, tatapannya juga haus tantangan. Melody as fine as her. Shanju dan Ve gerakannya indah dengan cara membawakan yang kontras, yang satu enerjik, yang satu lembut, namun dua-duanya sensual.

    Warning

    Lagu paling ga jelas. Cuma manfaatin lagu ini buat ngeliatin member satu per satu. Beby paling nyuri perhatian. Melody sering salah gerakan dan malah ketawa. Semua bagian dari performance, Jeje juga harus bisa jaga sikap untuk gak ketawa meskipun ada yang menarik perhatiannya. Overall dance asik, cuma emang lagunya ga jelas buat gue.

    Tanjoubi no Yoru

    Nothing special. Lagi-lagi cuma buat liatin member. Vokal bagus.


    Bird (Melody, Kinal, Cindy)

    Jujur saja, melihat Melody, saya muak dengan ekspresi manekinnya. Melody punya ekspresi lain gak? Tatapan mata penuh beban, seperti menanggung beban di pundak sehingga ga bisa terbang. Ditambah ekspresi kaku dan gerakan tangan kaku tertahan membuat Melody terlihat menyebalkan. Keliatan sebagai center hanya karena kostumnya berwarna putih dan mencolok dari yang lain. Melody harus bisa lebih ‘rock on’ agar bisa terlihat maksimal. Soal vokal, apik dan enak didenger. Namun, aura Melody memang belum ada yang bisa mengalahkan.

    Kinal, ga nyangka suara Kinal bisa sebaguuus itu. Nikmatin banget waktu Kinal solo line. Tatapan Kinal haus tantangan, begitupula ekspresi dari bibirnya. Ditambah gerakan yang overpower seperti tak mau kalah. Kinal harus berhati-hati, jika dia tidak mengontrolnya, maka kekuatan tim akan rusak. Soal ketegasan dalam setiap gerakan, Kinal paling juara di unit ini dibanding dengan Melody dan Cigul. Ga ragu-ragu dalam bergerak.

    Cindy, jauh jauh jauh banget dari sebelumnya. Ciindy member yang paling sering stuck soal perkembangan dance, ternyata mampu membawakan Bird dengan lembut namun membunuh. Walau sering diremehkan karena performance dan image-nya, disini Cindy membuktikan bahwa dia punya dua karakter meski yang satunya settingan *lol* Suara tingginya juga enak didenger walaupun buat gue masih enakan suara Kinal dan Melody. Cukup meragukan kestabilan dan peningkatan perform Cindy selanjutnya.

    Melody dan Cindy lumayan bisa nyatu dan Kinal seakan terpisah dari kelompok. 


    Nage Kiss de uchiotose (Nabilah, Ayana, Shania, Beby, Jeje, Sonia)

    Cewek-cewek centil ngerebutin cowok populer di sekolah. Kostum mirip kostum tsundere. Nabilah ga jauh dari pembawaan di setlist sebelumnya, sehingga terlihat baik-baik saja. Ayana biasa saja. Gak bisa liat something special dari Ayana di unit ini. Shania…… ehmm bisa pindahin dia ke unit lain? Beby, senyum dan ceria, jarang-jarang bisa liat Beby kayak gitu. Jeje, seruuuuu abis! Ekspresi dia yang gampang berubah sesuai lirik itu keren banget. Juara tengilnya di lagu ini keluar banget. Sonia dapet banyak spotlight mungkin karena sang kakak udah grad. Kuharap fans bisa menghargai Sonia sebagai Sonia, bukan karena adik Stella yang memang mirip kakaknya. Di lagu ini Sonia tampak sangat asik dan menikmati mungkin dia suka image dari lagu ini yang memang cocok untuknya. 

    Waktu saya nonton, mereka menguncir poninya bak air mancur. Member saling menertawakan member lain dan diri mereka sendiri, itu menambah keceriaan unit ini. Ceria dan enjoy.

    Shinkirou (Ve, Rica)

    Cuma bisa ngeliat kalo di depan ada Ve yang lagi nyanyiin lagu mellow. Meski vocal Rica mumpuni, namun Ve terlalu kuat di lagu ini. Setiap gerakan dan langkah Ve, memperkuat peran Ve di lagu ini. Saran buat Rica, coba model dan warna rambut yang memang cocok dengannya. Walaupun berumur lebih tua dari yang lain, bukannya lebih baik Rica mencoba untuk terlihat lebih fresh dan muda? Semoga Frieska, Shania, atau Sendy mendapat unit ini.


    Rider (Ghaida, Dhike, Sendy, Frieska, Delima)

    Lagu yang lumayan ngebosenin buat saya, yang bikin ga bosen ya karena member sangat cantik dengan kostumnya. Ghaida dan Dhike centil, Sendy dan Frieska sensual. Lagu ini dari segi kekuatan tim, sangat baik. Support member : Frieska, Sendy, Delima tidak menyalip Ghaida dan Dhike. Vokalnya juga enak banget didenger, suara mereka bagus semua disini. Yang mengganggu buat saya itu poninya Ghaida. Sering nutupin matanya, padahal tatapan mata genitnya menambah poin plus di sini. Di ending lagu ini, member dadah-dadah dan terlihat terlalu fake.

    Seifuku ga Jama wo Suru (Nabilah, Melody, Rica , Shania, Ayana, Ve, Kinal, Cindy)

    Shania dan Nabilah ekstrim. Saya kira mereka akan benar-benar melepaskan seragamnya. Ayana looks weird. Member sudah mulai berani mengeksplor sisi sensualnya. Bolehkah Sendy atau Beby dihadirkan di lagu ini?


    Natsu ga Icchatta

    Dance yang enak diliat namun beberapa member mengeluarkan tatapan bosan mungkin karena terlalu lama menunggu di backstage. 

    Adyth

    Punya image paling jauh dengan AKB48. Ve di posisi Mariko keliatan jadi manja dan disayang-able banget. Acting Ve di lagu ini bikin gue sangat-sangat tergila-gila padanya. Lagunya enak banget buat goyang, tariannya juga seru. The best group song in this setlist.


    Tsuki no Katachi

    Beat yang lebih cepat dari lagu sebelumnya. Ga ada yang harus terlalu di komentari di lagu ini, karena sejujurnya saya bosan.


    Dareka no Tame ni

    BOSAN. Member aja keliatan bosen seakan ingin lagunya segera selesai. Saya hampir menangis mendengar dan meresapi liriknya, namun member malah banyak yang terlihat flat dan itu sangat jelek.


    Medley (Aitakatta, Kimisuki, Ponytail chucu, baby baby baby)

    Ini bukan medley, cuma beberapa lagu dijadiin satu dan diberi jeda. Ga diberi improvisasi jadi ya asiknya karena emang lagu-lagunya seru buat ngechant. Apalagi member ceria banget disini, mungkin karena lagu-lagu ini adalah lagu sewaktu awal karir mereka.


    Namida Uri no Shoujo

    Saya berusaha semangat buat lihat lagu terakhir ini namun tidak bisa. Lagi-lagi saya bosan.

    ====================================================

    Melody : Melody adalah Melody, sejelek apapun perform-nya, hanya Melody yang punya aura idol yang kuat. Kalo Melody memang punya keinginan untuk lebih baik, dia pasti bisa. Kalaupun ga pengen, Melody akan tetap baik-baik saja di atas stage. (3.5/5)

    Cindy : perubahan image yang drastis membuat saya ragu dengan perkembangannya, semoga dia tidak stuck (4/5)

    Nabilah : belum maksimal dan justru turun peringkat dari setlist sebelumnya walau selalu berada di lini depan (3/5)

    Ayana : setlist yang sesuai dengan Ayana namun Ayana belum bersinar (3/5)

    Shania : Shania sama saja seperti Nabilah, walau di depan belum cukup untuk menjadi spotlight (3.5/5)

    Kinal : kurangi power, jangan perlihatkan sisi ambisiusmu, kamu terlihat begitu arogan (4:5)

    Beby : Beby benar-benar mengeksekusi saran-saran dari penampilan sembelumnya dengan performance yang cukup memuaskan walau masih sangat bisa dieksplor di beberapa part (4.25/5)

    Jeje : Ekspresi dan MC yang menguntungkan posisi Jeje namun performance belum (2.75/5)

    Sonia : Mulai dapet spotlight namun belum mencolok (2.5/5)

    Rica : Biasa saja, kelebihan dari sisi vokal dan kemampuan adaptasi (2.5/5)

    Ve : Di posisi yang mungkin bisa dibilang paling menguntungkan. Gak perlu energi lebih untuk mencuri perhatian. Ve harus memanfaatkan setlist ini dengan baik. (4.5/5)

    Ghaida : vokal Ghaida emang enak didenger. Pengen deh Ghaida menarik fans bukan hanya mempertahankan fans itu-itu saja. Ayo Ghaida harus bisa kembangkan sayapmu! Berikan mereka fanservice dan tarik perhatian mereka. (3.5/5)

    Dhike : ga berkembang dan biasa saja. mungkin memang belum ada keinginan dan masih nyaman dengan posisinya (2.5/5)

    Delima : biasa saja, kelebihan di kemampuan adaptasi (2,5/5)

    Sendy : biasa saja, semoga diberi unit song yang lebih cocok (3/5)

    Frieska : karena memang Frieska ini belum pernah saya lihat mengeluarkan senjata sebenarnya kecuali di Temodemo bersama Ve saat konser di Bandung, jadi ya masih terlihat santai. Member yang sebenarnya harus diwaspadai karena bisa sangat membunuh jika dia mau. (3/5)

    Catatan : pada akhirnya saya menonton setlist A3 oleh AKB48. Well, takjub dengan tim J yang membawakannya jauh lebih baik dan menyenangkan. Tim J tidak terlihat seperti JKT48. Walau memang untuk Bird, Melody sangat di bawah Takamina. mungkin karena pertama kali menonton saya masih enjoy. Setlist yang tidak cocok untuk ditonton sering-sering.

    Saya ga mau mengomentari lebih detail karena bisa-bisa saya dihajar oleh fans tim J yang bias *LOL* Setlist biasa aja dibawa tim J dengan cukup baik walau belum maksimal. Ishou/kostum yang dipake juga lebih nyaman dilihat dibanding AKB48. Terutama di Tsukimisou dan Rider. Mungkin soal selera atau apalah yang pasti menurut saya seperti itu. 

    Buat yang belum menemukan letak menarik Ve, silakan nonton setlist ini dan saya ingin tau apa pendapatmu setelah itu. Tim J perlu belajar resapi dan memaknai setiap lagu jika tak ingin penampilan mereka terlihat tidak ada artinya.